Laman

Rabu, 14 Mei 2025

Peliharalah Mereka Dalam Nama-Mu

 

Yohanes 17:11

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.

 

Doa Tuhan Yesus ini berisi permohonan untuk kepentingan kita umat-Nya. Yesus naik ke sorga dan meninggalkan murid-murid-Nya tinggal di dalam dunia, tentu menjadi persoalan besar. Persoalan terbesarnya adalah dalam menghadapi keduniawian. Kita murid Kristus telah dipanggil dari dunia, tetapi kemudian diutus ke dalam dunia untuk menjadi terang bagi dunia ini. Tetapi bagaimana murid Kristus atau gereja bisa menjadi terang bagi dunia, jika mereka kembali kepada hidup yang duniawi?

 

Untuk menjadi terang bagi dunia ini, murid Kristus harus menjadi satu. Kesatuan yang dimaksud adalah kesatuan seperti antara Bapa dan Kristus. Itulah ukuran atau standar kesatuan yang diharapkan oleh Kristus bagi umat-Nya. Kesatuan antara Bapa dan Kristus, adalah kesatuan yang dinikmati oleh Kristus, dan Allah Bapa.  Yesus mengharapkan kesatuan demikian di antara para murid-Nya, yaitu kesatuan yang tidak mengkompromikan Nama Allah, yang di dalamnya mereka dilindungi.

 

Jika gereja-gereja menyatu, itu sangat baik, tetapi jika dalam proses itu mereka tidak menjaga nama Allah, yaitu sifat, kemuliaan, dan karakter-Nya, maka kesatuan tersebut bukan kesatuan yang didambakan Kristus. Kesatuan yang dimaksud dalam nas ini adalah kesatuan hati, bukan kesatuan lembaga yang belum tentu menyentuh hati setiap orang. Yesus mengharapkan kesatuan hati yang tunduk pada sifat, kemuliaan, dan karakter Allah.

 

Sangatlah besar tantangan bagi kita untuk menjaga kesatuan hati dalam Tuhan, ibarat gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Dibutuhkan keteguhan hati kita mengarungi lautan yang bergelombang tersebut untuk bisa sampai di pelabuhan yang kekal.

 

Mari terus berjuang dalam kesatuan hati sebagai umat Tuhan menjalankan Amanat Agung-Nya dengan setia dalam pengharapan bahwa kelak kita akan bertemu dengan Dia, yaitu Kristus, yang telah pergi ke sorga menyediakan tempat bagi kita. Kelak Dia akan kembali menjemput kita yang percaya kepada-Nya.

 

 

 

 

INDAHNYA KEDATANGAN PEMBAWA KABAR BAIK

 

Roma 10:13-15 (TB)

13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Di masa pembuangan ke Asyur dan Babel, ada umat yang masih tertinggal di Kanaan dan hidup dalam keadaan yang memprihatinkan. Sesuai dgn janji Tuhan bahwa Ia akan memulangkan umat-Nya setelah lewat 70 tahun, mereka ini selalu menanti berita. Kedatangan pembawa berita damai dan kelepasan, adalah hal yg sangat menggembirakan.

Rasul Paulus mengutip ayat di Yesaya 52:7 dengan menghubungkannya kepada pembawa berita Injil Yesus Kristus. Kedatangan para pemberita Injil akan menghasilkan pertobatan. Mereka yang bertobat, percaya, dan berseru kepada Yesus Kristus akan diselamatkan. Inilah yang menjadikan betapa indahnya kedatangan para pembawa kabar baik (Injil).

Karena itu saudaraku, sambutlah dengan baik mereka yang diutus Tuhan ke tengah2 kamu, karena mereka membawa kabar baik untuk keselamatanmu.

Dan kepada para utusan Tuhan, fokuslah pada apa yang ditugaskan Tuhan padamu. Sampaikanlah Injil dengan benar, hiduplah sesuai Injil itu, sehingga orang lain menerima pemberitaanmu.

Salam misioner🙏

 

Berharap Dalam Situasi Tiada Harapan

 

Firman Tuhan berkata, "Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu" (Roma 4:18).

Abraham disebut bapa orang beriman karena dialah contoh terbaik dari iman kepada Allah. Janji Tuhan tentang keturunannya akan menjadi bangsa yang besar sekalipun Abraham belum punya anak dan Sarah sdh mati pucuk, dia percaya. Bahkan saat Isak sdh lahir dan Tuhan minta untuk dipersembahkan (dibunuh), Abraham pun menaatinya, karena ia percaya bhw Allah bisa membangkitkannya. Demikianpun tentang janji Tanah Kanaan, yg waktu Abraham masih hidup, ia belum menguasainya secara defacto, tapi ia percaya bahkan lebih jauh ke depan ia mempercayai janji tanah air yg kekal yaitu surga.

Inilah serangkaian bukti iman Abraham yang menjadikannya disebut bapa orang beriman.

Mari beriman dan berpengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus, sama seperti Abramam.

Mungkin kita membayangkan kesulitan yg besar di tahun 2022 ini, tapi berharap dan berimanlah kepada Allah sekalipun kita berada di tengah kesulitan. Tunjukkanlah kesetiaan dan ketaatan kepada Kristus, Sang Juruselamat dunia.

Salam Injili.🙏