Laman

Senin, 30 September 2024

Berharap Dalam Situasi Tiada Harapan

Firman Tuhan berkata, "Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu" (Roma 4:18).

Abraham disebut bapa orang beriman karena dialah contoh terbaik dari iman kepada Allah. Janji Tuhan tentang keturunannya akan menjadi bangsa yang besar sekalipun Abraham belum punya anak dan Sarah sdh mati pucuk, dia percaya. Bahkan saat Isak sdh lahir dan Tuhan minta untuk dipersembahkan (dibunuh), Abraham pun menaatinya, karena ia percaya bhw Allah bisa membangkitkannya. Demikianpun tentang janji Tanah Kanaan, yg waktu Abraham masih hidup, ia belum menguasainya secara defacto, tapi ia percaya bahkan lebih jauh ke depan ia mempercayai janji tanah air yg kekal yaitu surga.

Inilah serangkaian bukti iman Abraham yang menjadikannya disebut bapa orang beriman.Mari beriman dan berpengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus, sama seperti Abramam.Mungkin kita membayangkan kesulitan yg besar di tahun 2022 ini, tapi berharap dan berimanlah kepada Allah sekalipun kita berada di tengah kesulitan. Tunjukkanlah kesetiaan dan ketaatan kepada Kristus, Sang Juruselamat dunia.

Salam Injili.

MEMULAI PADA DIRI SENDIRI

Firman Tuhan berkata, "Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: 'Jangan mencuri,' mengapa engkau sendiri mencuri?" (Roma 2:21).

Pengetahuan kita tentang Firman Allah haruslah pertama-tama berdampak pada diri sendiri, lalu dibagikan kepada orang lain. Dengan demikian, kita dapat menjadi teladan kepada orang lain. Rasul Paulus mengajarkan jadilah teladan bagi orang percaya dalam perkataanmu, tingkah lakumu, kasihmu, kesetiaanmu, dan kesucianmu (1Tim. 4:12). Mari berlomba menunjukkan teladan terbaik.

Tuhan Yesus menolong kita semua.

Salam Injili.

IMANMU DAN IMANKU

Dalam Roma 1:10-12 Rasul Paulus mengatakan:"Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."

Rasul Paulus mengajarkan pentingnya saling meneguhkan dalam iman, dan karena itu dibutuhkan persekutuan dengan sesama orang beriman. Dengan demikian kita dapat menghasilkan buah dari iman kita. Semoga di tahun 2022 ini jemaat2 Tuhan semakin giat dalam persekutuan supaya kita saling meneguhkan. Jangan ada orang yang menjauhkan diri dari persekutuan jemaat. Ingat, Iblis selalu keliling mencari orang2 yg dapat ditelannya, yaitu orang yg menjauhkan diri dari persekutuan jemaat.

Selamat memasuki dan menjalani tahun baru 2022. Yesus Kristus, Gembala Agung kita, menuntun dan melindungi kita.